Sebagian kita mungkin bertanya tentang ambisi, apakahia putih yang membuat kita lebih mudah melihat warna-warna, atauiahitam yang dapat mengaburkan atau bahkan menutupi warna-warna indah pada sebuah kertas putih.
Ada yang berpendapat ambisi itu hitam, tak lebih dari nafsu untuk berkuasa, untuk menumpuk harta dan memperoleh kesenangan dengan mengesampingkan nilai-nilai kebaikan. Ambisi itu sifat buruk. Ada pula yang berpendapat bahwa ambisi itu merupakan dorongan dari dalam diri manusia untuk mendapatkan sesuatu tidak terbatas tentang kekuasaan ataupun harta tapi juga mendapatkan cinta, ilmu pengetahuan, seni dan sebagainya. Kata mereka, tanpa ambisi sulit bagi manusia menggapai suatu pencapaian. Tanpa ambisi manusia cenderung bertekad lemah. Akhirnya manusia cenderung pemalas dan kurang produktif. Ambisi itu sifat baik.
Sesungguhnya ambisi itu abu-abu, sedikit torehan tinta hitam menjadikannya cenderung hitam dan sedikit torehan tinta putih menjadikannya cenderung putih. Tipis sekali, sehingga sebagian orang akan salah melihat jika tak hati-hati. Benar-benar tipis, bisa jadi dalam satu kedipan mata kita lengah, ia tampak hitam atau tampak putih. Jika sudah demikian, maka malapetaka yang terjadi.
Ketika ia tampak hitam, maka seseorang akan terperangkap dalam phobia ambisi, menjadikannya manusia yang lemah tekad dan sulit mencapai suatu pencapaian. Akhirnya menjadi manusia terbelakang yang tak mampu membangun sebuah peradaban yang maju. Dan ketika ia tampak putih, maka seseorang akan terperangkap dalam keyakinan berlebih, menjadikannya manusia yang tak mawas diri sehingga khilaf berbuat kehancuran. Akhirnya dalam sekejap meruntuhkan sebuah peradaban yang dibangun bertahun-tahun lamanya.
Leave a comment