PT. ABC yang bergerak dibidang pengerjaan proyek (kontruksi) memenangi tender pengerjaan proyek pengerasan jalan sepanjang 20 km dengan nilai proyek sebesar Rp5 Milyar rupiah dengan jangka waktu pengerjaan 6 bulan. Untuk pengerjaan proyek tersebut, PT. ABC mengajukan pembiayaan modal kerja ke Bank Syariah AAA. Ketentuan di Bank AAA untuk modal sendiri minimal sebesar 20% dan tingkat bagi hasil yang diharakan sebesar 10% per tahun.
Pertanyaan:
a. Berapa perkiraan total kebutuhan modal untuk penyelesaian proyek tersebut?
b. Berapa maksimal pembiayaan yang dapat diberikan?
c. Berapa nisbah bagi hasil yang ditetapkan?
Jawab:
a. Perhitungan Kebutuhan Modal Kerja
Nilai Proyek : Rp 5.000.000.000,-
Pajak (misal 10%) : Rp 500.000.000,- (-)
Nilai Proyek Bersih : Rp 4.500.000.000,-
Estimasi Keuntungan (10%) : Rp 450.000.000,- (-)
Kebutuhan Modal Kerja : Rp 4.050.000.000,-
b. Perhitungan Maksimal Pembiayaan
Kebutuhan Modal Kerja : Rp 4.050.000.000,-
Minimal Modal Sendiri (20%) : Rp 810.000.000,- (-)
Maksimal Pembiayaan : Rp 3.240.000.000,-
c. Perhitungan Nisbah Bagi Hasil Pembiayaan
Ekspektasi Keuntungan Bank dalam setahun
= 10% x Plafond Pembiayaan =10% x Rp3.240.000.000,- = Rp324.000.000,-
Karena jangka waktu pengerjaan proyek 6 bulan maka ekpektasi keuntungan Rp162.000.000,-
Nisbah Bagi Hasil Bank AAA
= Ekspektasi Keuntungan / Estimasi Keuntungan Proyek
= Rp162.000.000,- / Rp450.000.000,-
= 0,36
Nisbah Bagi Hasil PT. ABC = 0,64 (1 – 0,36)
Dengan demikian nisbah bagi hasil pembiayaan ditetapan untuk Nasabah 0,64 dan untuk Bank 0,36
—————————————————-
Selesai, semoga bermanfaat!
Leave a comment